Kamis, 27 Januari 2011

Huh…

   Ini mungkin adalah kisah yang tak akan pernah kulupakan sepanjang hidupku. Saat itu aku berumur 7 tahun. Aku dan keluargaku sedang berkunjung ke rumah saudaraku di Yogya, saat dalam perjalanan, kami mampir ke pantai Parangtritis. Pantai yang terkenal dengan legenda Nyai Roro Kidul. Pantainya begitu memukau dengan pasir putihnya, di pinggir pantai banyak warung makanan yang menjajakan makanan seafood.
    
   Aku begitu bersemangat untuk berenang, aku langsung menuju ke daerah pantai yang dangkal tetapi agak sepi karena dareah tersebut ada di balik sebuah tebing batu besar. Sementara orangtuaku sedang asyik membaca buku dan Koran sambil berbaring di atas tikar yang sudah di bawa dari rumah.
   
    Saat sedang berenang, aku merasakan sesuatu yang aneh, kaki kananku seperti terperosok ke sebuah…. Entah itu apa, seperti lubang atau parit yang sangat dalam. Aku kira itu hanyalah sebuah lubang yang dangkal, karena aku tak berada terlalu jauh dari bibir pantai. Mungkin hanya sekitar 1 meter dari pinggir pantai. Aku terus berusaha untuk mengetahui berapa kedalaman lubang itu dengan memasukkan kakiku lebih dalam.
   
    Tiba-tiba datang sebuah arus balik besar dari bibir pantai. Kali ini seluruh tubuhku terseret ke dalam lubang itu, seperti terhisap. Air sudah sampai di mulutku, tetapi masib belum kutemukan kadalaman lubang itu. Aku tenggelam…. Ingin berteriak minta tolong, tapi jika kubuka mulutku, air laut yang asin akan masuk kedalam tenggorokanku. Ingin melambaikan tangan, tetepi tak ada seorangpun didekatku. Aku goyangkan kaki dan tanganku sekuat tenaga, tapi aku tak kuasa menahan derasnya arus. Setelah kehabisan tenaga, seluruh tubuhku menjadi lemas.
  
   Saat itu, yang kuingat adalah wajah kedua orangtuaku dan dosa-dosa apa saja yang telah aku perbuat. Aku hanya terus berdoa kepada Allah. Dan keajaiban terjadi, datang ombak besar dari tengah laut yang menghempaskanku ke bibir pantai. Saat kubuka mataku, aku menyadari bahwa aku telah selamat. Tak henti-hentinya aku ucapkan syukur. Saat kuhampiri kedua orangtuaku, mereka masih asyik membaca buku sambil memakan jagung bakar. Huh…. Selamat…
   
    Pengalaman inilah yang menyadarkanku betapa berharganya hidup ini. Terkadang aku sedih melihat banyak orang-orang yang menghabiskan sisa hidup mereka melakukan hal yang tidak bermanfaat. Mungkin jika mereka mengalami sendiri peristiwa seperti ini, mereka akan sadar…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar